In Review

IDN APP: Aplikasi Berita Terkini untuk Generasi Millennial dan Gen Z

Pernahkah kamu membayangkan membaca berita dikoran semudah menggerakan jari-jari pada layar handphone? Kemajuan teknologi dan era digitalisasi menuntut media konvensional perlahan harus berevolusi menjadi media digital. Bukan hanya berevolusi, namun harus dikemas menjadi media yang lebih ramah dan nyaman digunakan oleh para Millennial dan Gen Z yang sangat akrab dengan dunia digital. Berbagai macam sumber menyimpulkan bahwa Generasi Millennial atau Gen Y adalah generasi yang lahir pada tahun 1980-an sampai 1995, sementara Generasi Z atau Gen Z lahir pada tahun 1996 sampai 2000-an. Generasi inilah yang yang saat ini mendominasi jagad dunia digital.
IDN App aplikasi berita terkini
Menjawab tantangan tersebut, telah hadir multi platform media digital yang memuat berbagai berita serta dikemas khusus untuk para Millennial dan Gen Z, yaitu IDN Times. Sebagai aplikasi berita terkini, IDN Times berhasil merenggut lebih dari 38 juta pembaca setiap bulannya. WOW! Dan aku termasuk salah satu dari sekian juta pembacanya.
IDN App aplikasi berita terlengkap
Pertama kali berkenalan dengan IDN Times, saat aku mengikuti event luar biasa yang dipelopori oleh IDN Times 
pada tanggal 17-18 Januari 2020 yang lalu, yaitu Indonesia Millennial Summit. Memang belum lama perkenalan itu terjalin tapi entah kenapa aku merasa sangat cocok dengan platform ini. Berita yang disajikan bukanlah berita yang asal-asalan ditulis, no clickbait, informatif, aktual, dan sesuai dengan fakta. Gaya bahasa yang disajikan pun mudah dicerna dan tidak terlalu berat.

Kabar gembiranya, saat ini IDN Times telah mengusung aplikasi IDN App, aplikasi berita terlengkap di Indonesia, yang bisa dengan mudah diakses oleh pembacanya. Sejak diluncurkan pada Bulan Juni 2020, IDN App berharap tidak hanya menjadi aplikasi baca berita, tetapi juga menjadi informasi pengetahuan bagi seluruh penggunanya.
IDN App aplikasi berita
Sebagai salah satu pengguna IDN App, aku mencoba untuk berbagi mengenai fitur dan kelebihan yang ditawarkan oleh IDN App sebagai aplikasi berita terlengkap di Indonesia. Aku sangat yakin IDN App bisa membawa banyak manfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita berkat informasi yang disajikan didalamnya.



SERBA-SERBI IDN APP

IDN App aplikasi berita milenial
IDN App
Seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya, 
IDN App adalah aplikasi berita terkini dan terlengkap yang dapat diakses secara online dimana pun dan kapan pun, sepanjang kita terkoneksi dengan jaringan internet. IDN App merupakan platform untuk berbagi informasi dan pengetahuan yang ditujukan khusus bagi generasi Millennial dan Z di Indonesia. Visi yang diangkat yaitu mendemokratisasi informasi (democratize information), yang tentu saja menjadi dasar IDN App untuk menyajikan berita terbaik setiap harinya.

IDN App dapat diunduh melalui Google Play Store dan juga Apple Store secara gratis. Hal ini dapat memudahkan para Millennial dan Gen Z untuk mengakses berita terlengkap, terkini, dan terbaru selama 24 jam penuh.

Mengutip press release yang diterbitkan IDN Times saat meluncurkan IDN App, “Sejak diluncurkan, IDN App menunjukkan pertumbuhan pengguna yang menjanjikan dan mendapatkan respon positif dari para audiens”. Hal ini tentu tidak main-main, terbukti dari rating dan review yang diberikan penggunanya pada Google Play Store atau pun Apple Store.

REGISTRASI DULU, YUK!



Setelah selesai diunduh, IDN App dapat langsung digunakan. Sebenarnya untuk mengakses berita pada IDN App, pengguna tidak perlu registrasi di IDN Times Community. Namun, aku merekomendasikan agar proses registrasi tetap dilakukan. Hal ini bertujuan agar pengguna dapat memanfaatkan fitur aplikasi dengan maksimal. Registrasi untuk menjadi pengguna IDN App sangatlah mudah, cukup mendaftarkan email dan mengisi data yang disediakan. Voila! Welcome to the IDN Times Community!
Cara registrasi IDN Times Community

BERBAGAI FITUR DAN KELEBIHAN IDN APP



Aplikasi Simpel dan Newsfeed yang Selalu Update
IDN App
Berbeda dengan aplikasi berita lainnya, IDN App merupakan aplikasi berita dengan tampilan yang simpel dan mudah digunakan. Kesederhanaan tampilannya tidak mengurangi nilai informasi dan berita yang disajikan. Menurutku, hal ini justru menjadi kelebihan dan daya tarik dari IDN App. Saat masuk ke dalam aplikasi, pengguna dapat langsung membaca berita populer pada hari itu tanpa harus repot mengetiknya. Semuanya disajikan dalam navigasi scroll yang sangat user friendly.

Newsfeed pada IDN App terbagi menjadi beberapa section yang bisa dipilih sendiri oleh pengguna. Deretan newsfeed selalu menampilkan berita-berita terkini yang paling update setiap harinya. Setiap section dibuat sedemikian hingga sesuai dengan kebutuhan pengguna, mulai dari berita populer, berita yang harus dibaca, sampai ke berita yang spesial dibuat untuk pengguna IDN App.

Topik yang Sesuai dengan Pilihan Pembaca
IDN App aplikasi berita
Hal menarik lainnya yang menjadi keunggulan IDN App adalah menyajikan berita dengan berbagai topik pilihan melalui menu Explore. Ada banyak topik yang dapat dipilih pembaca, mulai dari berita dalam negeri, humor, wisata, kesehatan, ekonomi, hiburan, sampai dengan fun fact. Lengkap sekali bukan?

Istimewanya lagi, jika sudah registrasi di IDN Times Community, maka pengguna dapat menggunakan fitur Topik Pilihanmu dan Topik Spesial. Oh ya, pengguna juga bisa mengubah topik pilihannya pada fitur ini. Caranya sangat mudah, pada menu Explore pilihlah ikon kotak yang terletak di pojok kanan atas, tepat sejajar dengan kolom Topik. Kemudian pembaca dapat memilih topik yang diinginkan.

Bisa Tanya Jawab dengan Pengguna Lainnya
Fitur Tanya Jawab IDN App
IDN App yang merupakan The Voice of Millennials and Gen Z, paham betul bahwa generasi ini adalah generasi yang ingin suaranya didengar dan aktif mengemukakan pendapat. Oleh sebab itu, IDN App tidak akan membuat penggunanya hanya pasif membaca saja, tetapi juga mengajak para pengguna untuk aktif melalui fitur Tanya Jawab
.

Pengguna dapat mengajukan pertanyaan kepada pengguna lainnya. Pertanyaan tersebut juga dapat direspon oleh pengguna lain, begitu pula sebaliknya. Dengan adanya interaksi ini tentu saja dapat menciptakan suatu komunikasi dan social vibes yang baik antar pengguna IDN App.

Berkarya Tulis Artikel Sendiri
IDN App aplikasi berita terlengkap
Selain itu, pengguna IDN App juga dapat menulis artikelnya sendiri pada fitur Tulis Artikel. Generasi Millennial dan Gen Z dapat menyuarakan opininya melalui tulisan pada fitur ini. Template artikel sudah disediakan, jadi tidak perlu repot-repot menyusun template. Ada Tim Editor yang akan membantu dalam mengoreksi setiap artikel yang ditulis. Jadi dapat dipastikan seluruh artikel yang tayang pada IDN App sudah layak tayang serta terjamin mutu dan keaktualan informasinya.

Kalau artikel kamu berhasil tayang, kamu akan mendapat poin dari IDN App. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan uang tunai. Jadi, semakin banyak artikel yang tayang, maka kesempatan kamu untuk mendapatkan poin semakin besar. Kapan lagi kan nulis berita terus dapat rupiah? Hanya di IDN App tentunya!

Social Media Vibes dalam Aplikasi Berita
IDN App aplikasi berita terlengkap
Ini adalah salah satu kelebihan yang sangat unik dalam aplikasi IDN App dan tidak ditemukan pada aplikasi berita lainnya. Tren media sosial sangat populer dikalangan Millennial dan Gen Z. Hal ini berhasil dengan apik dibungkus oleh IDN App untuk menciptakan koneksi dan chemistry yang baik antar penggunanya. Lihat saja berbagai fitur yang disediakan pada menu Profile.

Kamu bisa saling follow dengan pengguna lain bahkan editor dan penulis. Kamu bisa juga membubuhkan komentar pada pertanyaan atau artikel yang dituliskan pengguna lain, lalu bisa melihat profil pengguna lain, dan bisa memasang foto diri pada halaman Profil.

Fitur Profil yang Super Lengkap
IDN App aplikasi berita terlengkap
Selain memuat informasi Nama Pengguna, Following, Followers, dan Jumlah Poin, menu Profil juga menampilkan rangkuman aktivitas yang dilakukan dalam IDN App. Terdapat menu arsip dari berbagai aktivitas, seperti Pertanyaan Dibuat, Jawaban Dibuat, Artikel Terbit, Artikel Revisi dan lain sebagainya.

Selain sebagai aplikasi berita terkini, IDN App juga sangat memfasilitasi para penggunanya untuk aktif berkomunikasi dan berkreasi melalui setiap fitur yang disediakan. Bahkan kalau pengguna masih ragu untuk menulis, IDN App menyediakan Panduan Penulis berupa artikel, video, dan podcast yang dapat dipelajari dan diakses pada menu Profil.

Berita Bisa Dibagikan dan dibaca Berkali-Kali
IDN App aplikasi berita terlengkap
Setelah membaca berita atau informasi yang bermanfaat dari IDN App, alangkah baiknya jika kita menyebarkannya ke orang lain, supaya informasi yang bermanfaat itu juga terserap oleh banyak orang. Tentu saja kamu bisa membagikan dan share semua berita dan artikel IDN App melalui fitur Share ke berbagai media sosial seperti WhatsApp, Line, Facebook, Twitter dan lainnya.

Nah, jika ada artikel yang kamu sukai dan ingin kamu baca berkali-kali, artikel tersebut dapat disimpan melalui fitur Bookmark. Fitur ini bertujuan supaya pengguna dapat mengakses berita berkali-kali dalam berbagai kesempatan.  

Satu lagi, ada juga fitur History (Terakhir Dibaca), dimana pengguna bisa melihat riwayat berita apa saja yang sudah dibaca sebelumnya. Tidak perlu khawatir kalau kamu tiba-tiba butuh membaca artikel dihari sebelumnya, semua riwayatnya tersimpan di fitur History.

Mode Tampilan Bisa disesuaikan
Mode malam DN App aplikasi berita terlengkap
Kamu bisa memilih mode untuk tampilan IDN App pada menu Pengaturan. Bisa mode terang atau pun mode malam. Mode Malam atau Night Mode tengah menjadi fitur populer diberbagai aplikasi. IDN App pun mempunyai fitur Mode Malam yang membuat pengguna lebih nyaman ketika membaca artikel. Pengaturan mode tampilan dapat dilakukan secara otomatis dengan memilih pilihan Auto pada menu Mode Malam. Jadi, siang hari bisa menggunakan mode terang kemudian malam hari otomatis berubah menjadi mode malam.

Tidak Ada Iklan
IDN App aplikasi berita terlengkap tidak ada iklan
Terkadang generasi Millennial dan Gen Z malas membaca berita pada aplikasi karena banyaknya iklan yang muncul dan menghalangi tulisan. Hal ini tentu saja sangat mengganggu konsentrasi dan membuang-buang waktu serta kuota internet. Belum lagi kalau iklan tersebut tidak sengaja diklik, halaman yang tidak jelas langsung bermunculan. Eits, tetapi hal seperti ini tidak akan ditemukan dalam IDN App, karena tidak ada iklan yang berkeliaran dalam IDN App. Jadi pengguna bisa dengan aman dan nyaman berekplorasi dengan berita-berita terkini setiap saat.

BONUS: Banyak Event dan Promo Berhadiah Jutaan Rupiah
Event IDN App aplikasi berita terlengkap
Baca berita terkini, checked
Nulis berita sendiri, checked.
Tanya jawab dengan penulis lain, checked.
Ikut event berhadiah??? CHECKED juga dong pastinya.
Hanya IDN App, aplikasi baca berita yang paling sering mengadakan event dan promo dengan berbagai hadiah yang menarik. Kelebihan inilah yang bisa menambah semangat dan motivasi generasi Millennial dan Gen Z untuk terus membaca dan berkarya. Banyak event yang menawarkan hadiah hingga jutaan rupiah yang tentu saja layak untuk kamu ikuti. Jangan lupa stay tune di IDN App setiap harinya, karena setiap event baru pasti akan selalu diupdate dalam IDN App. Jangan sampai kelewatan yah!


Masih ragu untuk bergabung dengan IDN Times Community?
Berbagai fitur dan kelebihan dapat kamu rasakan dalam genggaman tanganmu, bukan hanya membuat hidupmu menjadi lebih produktif, IDN App juga bisa kamu manfaatkan untuk menambah penghasilanmu. Generasi Millennial dan Gen Z dituntut untuk berpikir kreatif dan up to date dengan segala berita dan informasi terkini setiap harinya. Untuk itulah IDN App hadir dan menjadi solusi serta membawa dampak positif bagi banyak orang khususnya generasi Millennial dan Gen Z. 

Tunggu apa lagi? Segera download IDN App sekarang juga! Ikuti juga update menarik lainnya dengan follow akun sosial media IDN Times!
Download IDN App

Sumber:
- IDN App.
- Dewi, Amelia Rosary. 2020. Press Release: IDN Media Meluncurkan IDN App. Jakarta: IDN Media.

Media gambar dan desain:
- Media Gambar: Freepik - Stories dan Canva.
- Desain: Aditya Perdana Tambunan dan Dewi Lestari Natalia Marpaung.


Salam millennial!

Read More

Share Tweet Pin It +1

14 Comments


In Travel Vietnam

One Day Trip Hanoi

Banyak kota wisata yang dapat dikunjungi saat menginjakan kaki di Vietnam, sebut saja Hanoi, Ho Chi Minh, Da Nang, Hoi An, Sapa, Ha Long, Ninh Binh dan lainnya. Uniknya, setiap kota punya ciri khas masing-masing, misalnya Hanoi sebagai ibu kota Vietnam justru terkenal dengan kota tua yang klasik, berbanding terbalik dengan Ho Chi Minh yang lebih modern. Bahkan ada juga Sapa, kota dimana kita bisa merasakan salju turun di kawasan ASEAN. 
Namun, aku lebih tertarik untuk merasakan keotentikan budaya kota lama Old Quarter yang terletak di ibu kota Vietnam, Hanoi. Selain itu, Hanoi juga cukup dekat ke Halong Bay, yang menjadi tujuan utama traveling ke Vietnam. Secara keseluruhan, Hanoi lebih mirip seperti Jakarta tempo dulu, yang minim dengan gedung bertingkat, namun padat dan sangat ramai, sedikit kumuh tetapi lingkungannya cukup bersih, minim sekali sampah yang berserakan di jalan raya. 

Sekitar pukul 10 pagi, aku tiba di Noi Bai International Airport, Hanoi dan bergegas untuk menarik uang dari ATM. Perjalanan kali ini tidak membuatku khawatir dengan overbudget karena percayalah bahwa semua di Vietnam ini serba murah bagi rakyat Indonesia, Vietnam made me feel like a billionaire. Selanjutnya, aku berjalan sedikit menjauhi lobi bandara dan melihat barisan mobil elf putih yang bertuliskan Old Quarter. Setelah berdiskusi dengan supirnya, aku memutuskan naik mobil elf ini karena supir menjanjikan akan mengantarkan langsung ke tujuan seharga kurang lebih Rp 80.000,-. Perjalanan dari Bandara menuju pusat kota memakan waktu sekitar 45-60 menit.

Hari pertama di Hanoi, aku menjelajahi Old Quarter, suatu kawasan kota tua yang sangat ramai sepanjang harinya. Ramai oleh para wisatawan dan juga lalu lalang motor yang berjalan super cepat plus bunyi klakson yang sangat kencang. Sepanjang jalan di kawasan Old Quarter berjejer ruko dengan bangunan tradisional yang menjual berbagai makanan, street food, cafe, paket wisata, oleh-oleh, sewa motor, bengkel, mini market, coffee shop, dan banyak lagi. Berkeliling Hanoi tidaklah membosankan, berikut adalah rangkuman perjalananku one day trip berkeliling kawasan Old Quarter:

Cafe Giang
Elf dari bandara langsung mengantarku tepat di depan pintu masuk ke Cafe Giang. Cafe Giang terkenal dengan egg coffee atau kopi telur. Aneh ya? Tapi serius, minuman ini enak banget. Cafe Giang sendiri sudah berdiri sejak tahun 1946 dengan menu yang sama dan selalu jadi best seller. Egg coffee dapat disajikan dingin dan panas, tapi aku memilih untuk memesan iced egg coffee seharga VND 25.000 atau setara dengan Rp. 15.000, luv banget kan :)
Iced egg coffee
Papan nama Cafe Giang cukup kecil, sehingga sedikit sulit dicari. Ketika masuk ke dalam, langsung bertemu dengan meja kasir dan dapur. Setelah memesan dan membayar, aku langsung mencari tempat duduk di lantai 2. Siapa sangka, cafe kecil ini ternyata begitu ramai pengunjung, mulai dari warga lokal hingga turis, sehingga cukup sulit untuk mencari tempat duduk.
Suasana lantai 2 Cafe Giang
Konon, egg coffee sudah ada sejak zaman perang Vietnam. Saat perang, harga susu cukup mahal sehingga warga menggunakan telur sebagai pengganti susu untuk dicampurkan ke dalam kopi. Uniknya, rasa egg coffee ini sama sekali tidak amis, malah lebih mirip dengan rasa susu. Jangan sampai melewatkan kuliner unik khas Vietnam ini jika kamu sempat mampir ke Hanoi ya.

Hoan Kiem Lake 
Hanya berjarak 500 meter dari Cafe Giang, aku melanjutkan perjalanan menuju Danau Hoan Kiem dengan berjalan kaki. Danau ini merupakan tempat favorit warga lokal untuk bersantai, namun banyak juga turis yang berlalu-lalang disepanjang danau. Ada beberapa tempat wisata di sekitar danau yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, diantaranya Turtle Tower berdiri kokoh di pulau kecil di tengah danau dan Ngoc Son Temple.
Jembatan merah di Hoak Kiem Lake
Namun karena cuaca yang sangat terik, akhirnya aku memutuskan untuk duduk santai di pinggir danau dekat dengan jembatan merah. Danau ini terlihat biasa saja, airnya hijau dan sedikit berbau. Sepanjang danau banyak penjual makanan asongan yang menjajalkan jualannya, mulai dari rujak mangga muda, jambu air, dan jajan khas Hanoi lainnya. Cuaca Hanoi di siang hari sangatlah gersang, tidak ada pohon-pohon rimbun dan penuh polusi karena di Hanoi sendiri mayoritas pengguna jalan adalah pengendara motor yang luar biasa melajukan motornya dengan kencang dan senantiasa membunyikan klakson.

St. Joseph Cathedral
Gereja ini adalah salah satu ikon kota Hanoi yang terletak di kawasan Old Quarter, hanya 10 menit berjalan kaki dari Danau Hoan Kiem. Gereja St. Joseph Cathedral merupakan gereja tertua di Hanoi yang dibangun pada masa penjajahan Perancis dan dibuka pada tahun 1886.
Gereja St. Joseph Cathedral
Gereja ini merupakan gereja pertama bergaya kolonial yang berdiri di Hanoi, arsitekturnya terinspirasi dari Gereja Notre Dame yang berada di Paris. Sampai saat ini gereja masih digunakan umat Katolik di Hanoi untuk beribadah setiap Minggunya. Uniknya, saat pukul 12.00 siang, lonceng gereja ini berbunyi selama kurang lebih 1 menit.
Gaya lelah kepanasan dan kaki pegal

The Note Coffee
Masih di sekitar pusat Old Quarter, terdapat sebuah cafe unik dengan konsep warna-warni dari stiker notes yang menempel menghiasi dindingnya, yaitu The Note Coffee.
The Note Coffee
Sungguh niat sekali, setiap dindingnya ditempeli dengan stiker notes warna-warni. Cafe ini menyuguhkan menu egg coffee dan berbagai jenis makanan dan minuman yang tidak terlalu berat, seperti sandwhich khas Vietnam yang terkenal dengan nama Banh Mi. Harganya relatif mahal jika dibandingkan dengan makanan berat khas Vietnam yang dijajalkan di tempat makan biasa, sekitar VND 90.000-100.000 atau setara dengan Rp. 60.000-70.000,.
Suasana lantai 3 The Note Coffee
Cafe ini terdiri dari 4 lantai yang setiap lantainya mempunya konsep dan desain tersendiri, namun tetap penuh dengan tempelan stiker note warna-warni. Jika kebetulan cafe sedang sepi, jangan lupa untuk mengambil foto di berbagai sudut ruangan cafe ini. Namun, kalau ingin bersantai, pilihlah tempat duduk yang dekat dengan jendela dan menghadap ke arah Danau Hoan Kiem.
Suasana Lantai 2 The Note Coffee
Setiap stiker note yang menempel di dinding terdapat berbagai macam pesan dari pengunjung yang pernah singgah. Mulai dari pesan dan kesan terhadap suasana cafe, kemudian tulisan salam hangat dari berbagai macam negara, hingga pesan khusus untuk orang-orang khusus haha. Aku juga menemukan beberapa pesan yang dituliskan rakyat Indonesia loh diantara tulisan-tulisan di dinding ini.
uwuwuwuwuuuu
Hanoi Opera House
Hanoi Opera House terletak sekitar 1,5 km dari The Note Coffee, memakan waktu 17 menit dengan berjalan kaki atau 10 menit dengan Grab. Ya, di Hanoi juga tersedia layanan Grab Bike dan Grab Car, tentu saja hal ini dapat memudahkan mobilisasi selama di Hanoi. Cara pesannya sama dengan Grab di Indonesia, melalui aplikasi Grab, tinggal tentukan saja titik jemput dan tujuanmu pada aplikasi.
Hanoi Opera House
Tidak ada aktivitas yang aku lakukan disini, hanya sekedar lewat dan tidak sempat masuk ke dalamnya. Padahal Hanoi Opera House sering menjadi tempat pertunjukan untuk banyak event di Hanoi, seperti pertunjukan akrobat bambu khas Vietnam. Hanoi Opera House ini di bangun pada masa penjajahan Perancis dan terinspitasi dari Opera Garnier di Paris.

Pho 10
Pho merupakan makanan tradisional khas Vietnam yang wajib dicoba. Pho adalah sup yang berisikan rice noodles dicapur dengan irisan daging sapi atau ayam yang tipis, toge, daun bawang, daun basil, bawang bombay, irisan sayur, dan rempah-rempah khas. Rasanya sangat enak dan sulit dijelaskan dengan kata-kata haha.
Tai Chin (half done with welldone beef)
Restoran Pho 10 adalah yang paling banyak direkomendasikan oleh jagad internet raya. Pho 10 yang terletak di kawasan Old Quarter ini sangatlah populer. Bahkan pengunjung harus mengantri untuk dapat makan di tempat saking ramainya. Harga yang ditawarkan berkisar VND 60.000-120.000 atau setara dengan Rp 40.000-80.000,-.

Old Quarter
Berjalan kaki mengitari Old Quarter adalah kegiatan yang pas di sore menuju malam hari, sembari mencari souvenir yang ditawarkan di toko-toko sepanjang jalan Old Quarter. Oh ya, ada beberapa sisi di kawasan Old Quarter yang menggelar semacam pesta rakyat pada malam hari. Semacam pasar kaget yang ramai dikunjungi oleh warga lokal atau pun turis wisatawan. Banyak juga cafe-cafe menarik, ada pula agen tour yang menawarkan paket-paket wisata, misalnya ke Halong Bay atau Cat Ba Island, yang menjadi destinasi wisataku di hari selanjutnya.
Pedagang keliling dengan sepeda
Toko sepanjang jalan Old Quarter
Strolling around Old Quarter
Sepeda
Hanoi bisa dijadikan destinasi wisata yang low budget dan masih memungkinkan dikunjungi saat weekend. Hanoi punya kesan tersendiri buatku, walaupun masih kental dengan ketradisionalannya, namun banyak hal unik yang aku temui disini. Sebenarnya masih ada lagi beberapa tempat yang aku kunjungi di Hanoi, bisa jadi alternatif one day trip lainnya. See you on the next post :)


Baca juga:

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments


In Jepang Travel

5 Tempat Wisata Terkenal di Kyoto

Traveling ke Jepang tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Kyoto, kota yang sangat terkenal dengan budaya Jepang yang kental. Banyak sekali destinasi wisata tradisional di Kyoto. Tapi jangan salah, alih-alih tradisional namun kenyataannya semua wisata di Kyoto mengusung suasana yang modern namun dibungkus dengan cerita sejarah dan budaya yang kental. Sayang sekali saat itu aku hanya punya satu hari untuk keliling Kyoto.

Sejujurnya satu hari keliling Kyoto tidaklah cukup, banyak sekali tempat menarik yang bisa diexplore di Kyoto. Namun, karena keterbatasan waktu aku hanya berkunjung ke tempat-tempat iconic yang menjadi ciri khas wisata di Kyoto. Berikut adalah 5 destinasi wisata yang tidak boleh kamu lewatkan saat traveling ke Kyoto:
1. Fushimi Inari Taisha
Setibanya di Kyoto, destinasi pertama yang aku kunjungi adalah Fushimi Inari Taisha, sebuah kuil Jepang yang memiliki ribuan tori (gerbang kuil). Akses menuju Fushimi Inari sangatlah mudah, dari Kyoto Station naik kereta JR Nara Line kemudian turun di Inari Station. Perjalanan hanya memakan waktu 5 menit dengan 2 pemberhentian. Gerbang masuk Fushimi Inari berada persis diseberang pintu keluar Inari Station. Tidak ada tiket masuk untuk memasuki kawasan ini, alias gratis.
Gerbang masuk Fushimi Inari
Write your message here
Fushimi Inari sendiri merupakan kuil atau tempat berdoa bagi agama Shinto yang cukup terkenal dan bersejarah. Kuil ini didedikasikan untuk Inari atau dewa padi. Kuil ini didominasi dengan ribuan tori berwarna oranye yang terletak dibelakang kuil besar. Deretan tori inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berfoto. Untuk menyelusuri seluruh daerah Fushimi Inari sampai ke atas bukit, dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam.
Deretan tori oranye
Lingkungan sekitar Fushimi Inari sangat menarik, banyak kios-kios dengan penampakan yang lucu dan menarik yang menawarkan berbagai souvenir, makanan, ice cream matcha, dan ada juga restoran otentik tradisional khas Jepang. Selain itu, terdapat juga penyewaan kimono, baju tradisional Jepang, yang dapat kamu gunakan sambil berkeliling Fushimi Inari.
Bangunan di lingkungan Fushimi Inari
2. Kinkaku-ji Temple
Beruntungnya selama di Kyoto, aku bertemu dengan salah satu rekan yang tinggal di Jepang dan dengan baik hati mengajakku keliling Kyoto bersama keluarganya dengan mobil pribadi. Selepas dari Fushimi Inari Shrine, aku melanjutkan perjalanan menuju Kinkakuji Temple. Tiket masuk Kinkakuji Temple pada tahun 2017 adalah seharga 400 Yen untuk orang dewasa, selain tiket akan diberikan juga peta dan kertas sejenis jimat yang bertuliskan kanji Jepang yang aku pun tidak mengerti artinya apa haha.
Kinkakuji Temple
Kinkakuji Temple terkenal dengan istilah "Golden Pavilion" yang merupakan simbol dari Kyoto. Kuil utama adalah bangunan yang berlapis emas yang terletak dipinggiran danau. Kuil ini dibangun pada tahun 1955 dan selesai pada tahun 1987. Area Kinkakuji sendiri sangatlah luas, namun suasananya sangat sejuk karena banyak sekali pepohonan di sepanjang jalan.
Salah satu kuil di kawasan Kinkakuji
Salah satu bangunan di Kinkakuji
3. Kiyomizu-dera Temple
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika aku tiba di Kiyomizudera Temple, suasana sudah mulai sepi dan banyak orang yang berjalan meninggalkan temple. Beruntungnya Kiyomizudera Temple masih buka sampai dengan pukul 6 sore. Sepanjang perjalanan menuju gerbang utama banyak toko yang menjual souvenir dan makanan, yang uniknya setiap toko menyediakan tester yang bisa kita coba secara gratis.
Gerbang utama Kiyomizudera Temple
Tiket masuk yang harus dibayar adalah seharga 300 Yen, sayang sekali tidak ada potongan harga untuk last minute entry kayak aku gini haha. Karena mepet dengan jam tutup temple, lucunya aku dikawal oleh petugas temple karena aku adalah pengunjung terakhir hari itu, jadi kurang leluasa untuk explore. Petugas selalu menegur kalau aku terlalu lama berfoto tentu saja dengan alasan bahwa temple akan segera ditutup.
Penampakan gerbang utama Kiyomizudera dari atas bukit
Sangat disayangkan juga pada saat itu sedang dilaksanakan renovasi besar-besaran, sehingga pemandangan Kiyomizudera Temple yang sangat iconic seperti yang beredar di google itu tidak dapat dicapture. Seluruh bangunan pada temple utama terbuat dari kayu dengan luas yang cukup besar, sehingga untuk renovasi sendiri diperkirakan selesai dalam kurun waktu satu tahun.
Renovasi pada temple utama
Bangunan depan pada area Kiyomizudera Temple
4. Distrik Gion
Pada malam hari, alih-alih mencari geisha di Kyoto, kami memutuskan untuk menyelusuri Distrik Gion. Padahal saat itu aku tidak menemukan ada geisha yang melewati jalan itu. Distrik Gion merupakan daerah yang terkenal karena masih banyak bangunan tradisional yang masih terawat dengan baik. Sepanjang jalan banyak ruman penduduk dan restoran dengan bangunan tradisional yang unik.
Keihan Railway Gion-Shijo Station
Ada banyak spot yang bisa dikunjungi di distrik ini, antara lain Shirakawa Dori yang merupakan jalan setapak di pinggir sungai, yang konon disebut sebagai jalan setapak paling indah di Kyoto. Terdapat banyak restoran mewah yang tetap mengusung tema tradisional di sepanjang jalan ini, selain itu banyak juga pohon sakura yang menambah keindahan jalan itu.
Shirakawa Dori
Dekat daerah ini terdapat sebuah restauran bernama Naritaya yang menjual ramen halal dan sangat terkenal. Aku pun sempat mencobanya dan merasakan sensasi makan ramen yang sebenarnya di Jepang wkwk. Sebenarnya banyak gang-gang kecil yang dapat diexplore namun aku sudah terlalu lelah untuk menelusurinya. Bahkan jika dilihat dari jaraknya Distrik Gion sangat dekat dengan Kiyomizudera Temple hanya berjarak 1 km melalui Higashiyama.
Gang kecil sepanjang Shirakawa Dori
5. Arashiyama Bamboo Forest
Hari selanjutnya, sebelum beranjak ke Tateyama, aku menyempatkan mampir sejenak mengunjungi Arashiyama, salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi turis, yang terkenal dengan keindahan hutan bambunya. Transportasi menuju sana dapat menaiki JR Sagano Line dan turun di SagaaArashiyama Station yang merupakan stasiun paling dekat menuju Arashiyama Bamboo Forest. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit menuju pintu masuknya. Karena datang terlalu pagi, sekitar pukul 7 pagi, suasana masih sangat sepi dan tenang, belum ada pengunjung yang datang. Waktu yang terbatas tidak memungkinkan untuk explore Arashiyama lebih lanjut, aku tidak sempat mampir ke danau dan kuil yang ada disana.
Arashiyama bamboo forest
Kurang lebih begitulah pengalaman singkatku berkeliling Kyoto dalam satu hari. Satu hari sangatlah kurang untuk explore semua tempat wisata di Kyoto. Kyoto memberi kesan tersendiri saat traveling ke Jepang, yaitu suasana tradisionalnya yang kental dan unik.


Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments