In Life Song

Pemahaman Lagu "Berserah Kepada Yesus"

I love hymn songs. It was beginning in the early time I'd joined PSPO UI. I realized how beautiful the hymn songs are. Its distinctive music, wonderful lyric, lovely classic tones, and the story behind the song (which certainly come from the God's Word based on the author's experience with God). That's really touching my heart. I love it. Especially I love how the song writer may be so wise to write the song based on God's Word.

One of hymn songs that I love so much is KJ-364 Berserah Kepada Yesus (All to Jesus I Surrender). I feel strengthened through this song during the last year, 2014. In many situation, God seemed singing this song to me, I heard it in the deep of my heart earring. When I was afraid of something or being anxious waiting for something, and even in the over excited situation. This song remembered me that in the all situation we must surrender all to Jesus. That's it. The clue is: "Many are the plans in a person's heart, but it is the LORD's purpose that prevails" (Proverbs 19:21-NIV). What can people do? We surrender all to Jesus :)

Background Story
Lagu ini ditulis oleh seorang guru seni Amerika yang juga seorang musisi bernama Judson Wheeler Van DeVenter (1855–1939) bersama dengan Winfield S. Weeden (1847–1908) yang mengaransemen musiknya. Lagu ini di rilis pada tahun 1896 (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Yamuger pada tahun 1975) dengan judul asli All to Jesus I Surrender atau I Surrender All pada Gospel Songs of Grace and Glory, sebuah koleksi lagu-lagu hymn karya musisi hymn ternama, termasuk Weeden, Van DeVenter, and Leonard Weaver, dan dipublikasikan oleh Sebring Publishing Co.
Judson Wheeler Van DeVenter lahir di tanah pertanian dekat Dundee, Michigan pada tanggal 5 Desember 1855. Ayahnya bernama John Wesley van Deventer dan Ibunya bernama Eliza Ann (Wheeler) van Deventer. Judson menerima Kristus dalam hidupnya ketika berumur 17 tahun. Ia merupakan lulusan dari Hillsdale Collage dan aktif menjadi guru seni dan pelaku seni. Selain itu, ia juga belajar dan mengajar musik dan mampu menguasai 13 alat musik dan sering menulis lagu juga belajar menggambar dan melukis. Ia aktif dalam pelayanan di Gereja Episcopal-Methodist sebagai penginjil. Melihat kemampuannya, teman-temannya menyarankannya untuk berhenti dari pekerjaan seninya dan menjadi seorang penginjil full-timer. Selama lima tahun Ia bergumul keras dan menimbang-nimbang antara pelayanan dan menjadi seorang seniman. Akhirnya Roh Kudus Tuhan lah yang meyakinkannya untuk menjadi seorang pelayan Tuhan sepenuhnya, seorang penginjil, dan disitulah dalam pergumulannya Ia menuliskan lagu ini "I Surrender All" dimana Ia benar-benar menyerahkan seluruh hidupnya ke tangan Tuhan.
"The song was written while I was conducting a meeting at East Palestine, Ohio, and in the home of George Sebring (founder of Sebring Campmeeting Bible Conference). For some time, I had struggled between developing my talents in the field of art and going into full-time evangelistic work. At last the pivotal hour of my life came, and I surrendered all. A new day was ushered into my life. I became and evangelist and discovered down deep in my soul a talent hitherto unknown to me. God had hidden a song in my heart, and touching a tender chord, he caused me to sing." - Van DeVenter
 Lyric Interpretation
do=es 4 ketuk
Berserah kepada Yesus, tubuh, roh, dan jiwaku;
kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.
Refrein:
Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!
Baitnya yang pertama tertulis bahwa berserah kepada Yesus sepenuhnya dengan tubuh, roh, dan jiwa kita. Seperti yang dikatakan dalam Roma 12:1 "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Semuanya itu harus kita serahkan hanya kepada Yesus bukan pada hal yang lainnya (Roma 6:13,19). Haruslah kita menyerahkan semuanya atas dasar kasih dan percaya kepada Allah, karena hanya Dialah yang akan menuntun hidup kita.
Pada bagian reffrain, lirik yang dituliskan begitu sederhana. Hanya terdapat dua kalimat yang dapat bergabung menjadi satu: aku berserah, kepadaMu, Juruselamat. Dari kalimat yang berulang ini dapat kita lihat betapa penulis begitu berserah kepada Yesus bukan kepada hal lain. Sederhana, namun terkena sekali makna dan tujuannya.
Berserah kepada Yesus, di kakiNya ‘ku sujud.
Nikmat dunia kutinggalkan. Tuhan, t’rima anakMu!
Baitnya yang kedua masih diawali dengan kalimat "Berserah kepada Yesus", begitupun baitnya yang ketiga sampai kelima. Betapa penulis sangat ingin menyerahkan segalanya hanya kepada Tuhan. Disinilah kita dapat melihat kepercayaan penuh sang penulis kepada Yesus, sampai penulis rela menyerahkan semuanya hanya kepadaNya, bersujud di kakiNya, dan meninggalkan nikmat dunia yang telah ia peroleh selama ini. Allah pun mengajarkan kita untuk meninggalkan dunia ini dalam Titus 2:12-14. Tuhan, terima anakMu, merupakan lirik yang menggambarkan kerendahan hati penulis yang meminta Tuhan untuk menerima dirinya.
Berserah kepada Yesus, aku jadi milikMu.
B’rilah RohMu meyakinkan bahwa Kau pun milikku!
Seperti yang tertulis dalam Roma 8:14-16 bahwa semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Siapa yang disebut sebagai anak-anak Allah pastilah adalah milik Allah sepenuhnya dan Allah ada dalam dirinya.
Berserah kepada Yesus, kuberikan diriku.
B’ri kasihMu dan kuasaMu, Ya, berkati anakMu!
Bait keempat memiliki makna yang hampir sama dengan bait pertama. Di bait keempat ditegaskan bahwa penulis memberikan diri kepada Yesus untuk menjadi pelayanNya (dalam hal ini sebagai penginjil). Dengan penyerahan tersebut, penulis memanjatkan doa agar Tuhan memberinya kasih dan kuada untuk melakukan setiap pekerjaan Tuhan yang telah dipercayakan kepadanya. Serta meminta berkat dari Tuhan dalam menjalani pekerjaannya di ladang Tuhan sebagai penginjil. Yang dilihat dari lirik ini adalah ketika kita sudah menyerahkan diri kita kepada Tuhan, jangan lupa untuk tetap berdoa meminta kasih, kuasa, berkat, dan penyertaan Tuhan dalam menjalani hidup kita.
Berserah kepada Yesus, kurasakan apiNya.
Kar’na s’lamat yang sempurna, puji, puji namaNya!
Bait akhir ini merupakan akhir dan hasil jika kita berserah kepada Yesus, yaitu merasakan api kemuliaanNya yang senantiasa menghangatkan kita. Artinya, jika kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, bukan berarti kita tidak mendapatkan apa-apa. Melainkan kita memperoleh api kemuliaan Tuhan yang selalu menguatkan dan menerangi jalan kita. Ini semua hanyalah karena selamat yang sempurna yang dari pada Allah yang selalu menyertai kita. Dan atas itu semua patutlah kita memuji nama Allah yang Maha Besar atas penyertaanNya dalam hidup kita.
 Application (Real Action)
2014 was completely over, filled by this song rhythm. The song is totally teaching me to surrender all of my life to Jesus Christ, all of my fears, all of my worries, and all of me. So, I wouldn't too much worries to walk on my days in 2015. Everything I do and get, as long as I walk with Jesus, I will be fine. That's the best result. Don't forget to pray and praise His name for all of His blessings to me.
"Songs of personal commitment to Christ often stem from a particular experience in the life of the author." - C. Michael Hawn

References:
http://www.hymnary.org/person/VanDeVenter_JW
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=364&res=kidung_jemaat
http://www.gbod.org/resources/history-of-hymns-i-surrender-all




I Surrender All to Jesus,
Dewi Lestari Natalia.

0 comments:

Post a comment